Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Latest topics
» TOKO JUAL OBAT ABORSI AMPUH 081220580097 | MARKETABORSI.COM
Thu Dec 10, 2015 2:40 pm by masima01

» Kumpul KPLI TEGAL 31 Desember 2013
Fri Jan 03, 2014 2:15 pm by agoenk

» Refresing KPLI TEGAL ke Suniarsih
Tue Dec 31, 2013 10:03 am by agoenk

» Cara Sharing Folder di Linux
Sat Nov 30, 2013 12:35 pm by agoenk

» Ulang Tahun KPLI TEGAL yang ke 6
Thu Nov 28, 2013 3:31 pm by agoenk

» Kumpul KPLI TEGAL di Warung Pecel Procot Slawi
Thu Nov 28, 2013 3:04 pm by agoenk

» Kumpul KPLI TEgal di Widuri Pemalang sebagai Undangan Dari Member KPLI Pemalang
Thu Nov 28, 2013 2:15 pm by agoenk

» Mempercepat Linux pada Komputer
Fri Sep 13, 2013 1:50 pm by agoenk

» Rapat Kerja KPLI TEGAL 8 September 2013
Thu Sep 12, 2013 8:41 am by agoenk

December 2016
MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar


Migrasi ke Open Source, Negara Hemat Rp 4,3 Triliun

View previous topic View next topic Go down

Migrasi ke Open Source, Negara Hemat Rp 4,3 Triliun

Post by root on Thu Jul 29, 2010 11:39 am



Seluruh komputer milik instansi pemerintah ditargetkan sudah beralih menggunakan sistim operasi terbuka atau Open Source pada akhir 2011. Langkah ini diyakini bisa menghemat pengeluaran negara sedikitnya Rp 4,32 triliun.

Menurut hitung-hitungan Kemal Prihatman, Asisten Deputy Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan TI Kementerian Negara Riset dan Teknologi, jika sedikitnya 20 persen dari empat juta pegawai negeri di instansi pemerintah menggunakan komputer Open Source, maka ada 800 ribu komputer yang bisa dihemat pengeluarannya.

"Penghematannya sangat signifikan, bisa sampai 80 persen. Mulai dari lisensi operating system, aplikasi perkantoran, antivirus, dan aplikasi proprietary lainnya," kata Kemal di sela acara Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010, di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Menurut perkiraannya, biaya yang dihabiskan satu komputer untuk membayar lisensi software dan aplikasi proprietary tersebut sedikitnya mencapai US$ 600 atau sekitar Rp 5,4 juta. Itu belum termasuk pembayaran lisensi lainnya.

"Tinggal dikalikan saja 800 ribu komputer pemerintah dengan US$ 600, kita bisa menghemat banyak sekali (Rp 4,3 triliun) jika sudah beralih ke Open Source," ujar dia.

Langkah untuk memigrasikan peranti lunak legal dan Open Source mulai dititahkan lewat Surat Edaran Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (PAN) pada 2009 lalu.

"Berdasarkan survei yang Ristek lakukan di 2009, baru 20 persen instansi pemerintah yang sudah migrasi ke Open Source. Namun sekarang mungkin sudah lebih. Kami masih menunggu Kementerian PAN mengumumkan data terbaru pada Oktober 2010 nanti," tandas Kemal.

source

root

Jumlah posting : 38
Join date : 2010-05-17

Back to top Go down

View previous topic View next topic Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum